Alkisah diceritakan ada sebuah desa yang bernama
desa jatiasri,terdapat di bantaran sebuah kali,yaitu kali Ciliwung. “hey ,siapa
kamu? Berani berani nya membuang sampah di kali ini.” Teriak Pak lurah yang
sedang mengelilingi kampung.’’ Loh,terserah saya dong pak. Apa urusan bapak
berani melarang saya’’ sahut Rudi. ‘hey,kamu tau gak? Dengan kamu membuang
sampah di kali seperti ini,kamu sedikit banyak berperan andil dalam terjadinya
banjir akhir-akhir ini’’ Jawab pak lurah. “emang gw pikirin’ tukas Pak Rudi
yang sambil berjalan meninggalkan pak lurah. “Astaghfirullah,masih ada orang
seperti itu ya” batin pak lurah sambil mengelus-elu dadanya. Ya,memang rudi
sangat terkenal di kampung itu karena sering membuang sampah sembarangan di
kali ciliwung. Wajar saja,karena dia adalah seorang pedagang mie ayam di
pasar,sehingga sering sekali membuang sampah di kali tersebut. Setiap Pak Rudi
diperingatkan oleh warga selalu beralasan saja, mulai dari alasan banyak
temenya lah,sudah biasa lah,gak peduli lah, hingga warga sekitar bosan melihat
tingkah lakunya. Pada suatu malam di rumah pak rudi dalam suasana hujan deras. Yak,hujan
ini memang terjadi sehari penuh. “Dingin ya bu,udaranya” omong rudi pada
istrinya. Iya pak dingin sekali,yaudah tidur aja yuk pak’’. “ayo’ jawab pak Rudi. Keduanya pun tidur
hingga lelap. Jam pun akhirnya menunjukan pukul 3 pagi,tiba- tiba pak rudi
terbangun dari tidurnya dan kaget buka main karena air sudah membasahi rumah mereka
hingga ketinggian lutut orang dewasa. Pak Rudi bergegas menyelamatkan keluarga
nya dan langsung keluar dari rumah. “ ayo cepat buk,nak, keburu air meninggi’’
teriak Pak Rudi. Kemudian mereka akhirnya mendapat bantuan dari tim SAR menuju
tempat pengungsian. Di pengungsian Pak Rudi selalu menangis karena dia merasa
bersalah atas apa yang di lakukan selama ini sehingga merugika dia sendiri dan
orang lain.’’(sambil menangis) Aku sangat menyesal buk,terhadap apa yang selama
ini aku buat. Aku sering membuang sampah di kali ciliwung sehingga menyebabkan
banjir seperti ini.’’. “sudah pak,yang lalu gak usah
disesali,sekarang tinggal bagaimana bapak mengubah tingkah laku bapak,supaya hal
seperti ini tidak terjadi lagi pada kita dan merugikan orang lain juga”. Seminggu pun berlalu,rumah Pak Rudi dan para
tetangganya pun sudah bersih dari banjir. Kini pun Pak Rudi sudah taat membuang
sampah pada tempatnya. Ia tidak ingin hal yang dulu menimpanya terjadi lagi pada dirinya dan keluarganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar